Suhu Madinah Menyengat, Mengapa Kaki Jemaah Tidak Melepuh Saat Menginjak Pelataran Masjid Nabawi?

Kategori : Berita Umroh, Ditulis pada : 08 Juni 2026, 10:42:53

MADINAH – Bagi umat Muslim yang pernah menginjakkan kaki di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, ada satu fenomena unik yang kerap mengundang rasa takjub. Di tengah suhu ekstrem Arab Saudi yang sering kali menembus angka di atas 40 derajat Celsius, lantai marmer putih di area luar masjid tersebut justru terasa sejuk dan nyaman saat disentuh kulit telanjang. Fenomena ini kerap kali memicu spekulasi di kalangan jemaah, mulai dari adanya sistem pendingin es raksasa di bawah tanah, hingga anggapan mistis yang beredar dari mulut ke mulut.

Namun, jika ditelusuri dari sisi arsitektur dan sains, kesejukan lantai Masjid Nabawi sama sekali tidak melibatkan jaringan pipa pendingin (AC) yang tertanam di bawah strukturnya. Rahasia utama dari kenyamanan termal ini terletak pada pemilihan material lantai yang sangat spesifik dan langka, yang dikenal dengan nama Marmer Thassos.

Marmer jenis ini tidak diproduksi secara massal, melainkan diimpor langsung dalam bentuk bongkahan besar dari Thassos, sebuah pulau kecil di bagian utara Yunani. Karakteristik alami Marmer Thassos inilah yang membedakannya dengan batuan kapur atau marmer komersial pada umumnya. Batuan ini memiliki tingkat kemurnian kristal yang sangat tinggi dan warna putih solid yang mampu memantulkan hampir seluruh spektrum sinar matahari yang menerpanya, alih-alih menyerap panas.

Secara teoretis, material bangunan standar cenderung menyerap energi termal pada siang hari dan memancarkannya kembali, sehingga permukaan menjadi sangat panas. Sebaliknya, Marmer Thassos dibekali dengan kemampuan konduktivitas termal yang sangat rendah namun memiliki reflektansi surya yang luar biasa tinggi. Struktur pori-pori mikro di dalam marmer ini juga memungkinkan terjadinya pelepasan panas secara konstan, sehingga material tetap mempertahankan suhu yang lebih rendah daripada udara di sekitarnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sengaja mendatangkan marmer ini dalam bentuk potongan tebal khusus untuk melapisi seluruh area pelataran luar tempat jemaah melakukan salat dan thawaf. Ketebalan marmer yang dipasang di Masjid Nabawi dirancang sedemikian rupa agar mampu menahan beban ribuan manusia sekaligus menjaga stabilitas suhu batuan agar tidak terpengaruh oleh kelembapan udara yang ekstrem.

Selain faktor material batuan, arsitektur tata ruang di sekitar halaman Masjid Nabawi turut mendukung terjaganya suhu lantai. Kehadiran ratusan payung raksasa hidrolik yang terbuka secara otomatis pada siang hari berfungsi sebagai pelindung pertama yang menghalau radiasi langsung matahari ke permukaan marmer. Sinergi antara teknologi kanopi modern dan material geologis premium asal Yunani inilah yang berhasil menciptakan mikroklimat buatan yang sejuk.

Melalui pendekatan arsitektur berbasis sains ini, otoritas pengelola dua masjid suci berhasil mematahkan berbagai mitos mengenai adanya instalasi mesin pendingin di bawah lantai. Langkah investasi besar-besaran untuk mendatangkan marmer langka dari belahan bumi lain menjadi bukti komitmen jangka panjang dalam memberikan kenyamanan fisik optimal bagi jutaan jemaah yang beribadah di makam Rasulullah tersebut.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id