Prabowo Dorong Jemaah Haji Gunakan QRIS di Tanah Suci untuk Tekan Devisa
Presiden Prabowo Subianto meminta agar transaksi jemaah haji dan umrah di Tanah Suci dapat dilakukan melalui sistem pembayaran digital QRIS. Langkah ini bertujuan menekan aliran devisa yang keluar dari Indonesia setiap musim haji, yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun.
Fokus pada Ekosistem Ekonomi Haji
Menurut Wakil Menteri Agama Dahnil Anzar Simanjuntak, arahan Presiden tidak hanya menyoroti aspek ibadah, tetapi juga ekosistem ekonomi yang mengiringi penyelenggaraan haji dan umrah. Dengan memaksimalkan QRIS, sebagian perputaran dana diharapkan tetap berada dalam sistem keuangan nasional, sehingga devisa tidak sepenuhnya mengalir ke luar negeri.
Dukungan Pemerintah
Kebijakan ini disampaikan setelah rapat koordinasi antara Presiden Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan sejumlah pejabat terkait. Pemerintah menilai penggunaan QRIS dapat menjadi solusi praktis untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan kemudahan bagi jemaah dalam bertransaksi.
Harapan Implementasi
Jika kebijakan ini berjalan efektif, maka selain memperkuat sistem pembayaran digital nasional, jemaah haji juga akan merasakan manfaat berupa kemudahan transaksi tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar. Pemerintah berharap langkah ini dapat menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh terhadap ekosistem haji dan umrah.
